October 15, 2021

Catatan untuk E Learning

Dalam 10 tahun terakhir, eLearning semakin populer. Ada banyak manfaat bagi eLearning baik untuk peserta didik maupun organisasi yang mendorong staf mereka untuk melakukannya. Bagi perusahaan yang ingin menambah karyawan, kursus online adalah cara yang terjangkau dan efektif waktu untuk menambah pengetahuan sehingga semakin banyak organisasi yang memilih pelatihan online daripada metode pelatihan tradisional.

Bagi sebuah universitas, eLearning merupakan salah peluang sekaligus tantangan dalam pelaksanaan pembelajaran. Peluang, karena dengan memanfaatkan eLearning dapat mengurangi kekurangan kelas, fleksibel dan jelas dapat mengurangi biaya dan ramah lingkungan. Tantangan karena membutuhkan sumberdaya yang juga tidak seikit. Baik sumberdaya manusia maupun sarana dan prasarana pendukung lainnya. Selain itu, juga membutuhkan regulasi yang jelas agar “tidak disalahgunakan”, baik oleh tenaga pengajar ataupun mahasiswa.

Kedua hal tersebut, peluang dan tantangan, menjadi hal urgen yang harus dipikirkan secara matang oleh pengelola di Universitas Islam Raden Rahmat. Dengan memanfaatkan eLearning, Unira Malang dapat :

  1. mengatasi masalah “kekurangan” kelas yang selama ini dikeluhkan oleh beberapa dosen.
  2. mengurangi biaya perawatan peralatan karena semakin berkurangnya penggunaan, dimana menurut peraturan Dikti, perkuliahan secara daring dapat dilaksanakan 40% dari semua pertemuan yang direncanakan.
  3. Lebih efisien dalam pengeluaran ATK karena bersifat paperless dan juga lebih ramah lingkungan.
  4. Model perkuliahan akan lebih interaktif dengan memanfaatkan teknologi.
  5. Perkuliahan lebih fleksibel

Selain peluang di atas, beberapa tantangan yang harus dilakukan oleh Unira Malang adalah:

  1. Harus ada regulasi yang dibuat untuk mengakomodir pelaksanaan perkuliahan daring di Unira Malang. Paling tidak berisi: perkuliahan daring seperti apa yang diakui oleh Unira Malang; prosentase perkuliahan daring; hak dan kewajiban dosen; hak dan kewajiban mahasiswa; sistem penilaian; sistem evaluasi perkuliahan daring; penanggungjawab dan pengendali eLearning, dan; perbaikan mutu pembelajaran daring.
  2. Harus dilakukan penataan dan peningkatan fasilitas pendukung perkuliahan daring. Di Unira Malang memang sudah ada jaringan wifi dan eLearning. beberapa dosen sudah memanfaatkan fasilitas perkuliahan daring tersebut, namun gedung A saja yang sudah setiap lantainya dapat memanfaatkan jaringan wifi. Gedung B dan C lantai 2 dan 3, dimana pada lantai tersebut perkuliahan dilaksanakan, jaringan wifi masih belum bisa digunakan. Ini menjadi tantagan bagi Unira Malang karena bagaimanapun jika jaringan wifi tidak lancar, dosen juga mengalami kesulitan untuk memberikan penjelasan bagaimana penggunaan eLearning kepada mahasiswa.
  3. eLearning, ataupun SIMA, Unira Malang belum mengakomodir absensi secara online yang akan menyulitkan baik bagi dosen dan mahasiswa.

Beberapa hal tersebut menjadi peluang dan tantangan bagi Unira Malang untuk terus dapat meningkatkan pelayanan kepada civitas akademika agar dapat terus maju dan menjadi universitas dengan prestasi global pada tahun 2036 untuk menciptakan khoiro ummah university.

Hallonis